Polisi Masih Memburu Pelaku Penyiraman Air Keras

Advertisement
Jajaran Kepolisan Pekalongan Kota saat ini masih terus memburu pelaku penyiraman air keras ke wajah Desi Saraswati (19), warga Kelurahan Panjang Wetan Gang 1 RT02/RW07, Pekalongan Utara. “Binmas, Intel, maupun Reserse kami kerahkan. Kami sebar untuk membeckup kasus penganiayaan ini. Mudah-mudahan bisa cepat terungkap,” kata Kapolsek Pekalongan Utara, Kompol I ketut Lanus, Selasa (16/9/2014).

Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, termasuk ayak korban bernama Dasmari. Meski kuat dugaan pelaku merupakan mantan kekasih korban yakni berinisial M warga Buaran, Kabupaten Pekalongan. Namun, polisi belum berani menyimpulkan bahwa dia adalah pelaku tersebut.
Kompol I Ketut Lanus, menambahkan, sudah memintai keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian itu. “Kami juga akan memanggil saksi-saksi lain yang mengetahui kejadian itu maupun latar belakang dari pelaku. Keterangan mereka untuk memperkuat dalam menentukan siapa pelaku sebenarnya,” katanya.



Seperti telah diberitakan sebelumnya, Desi Saraswati (19), menglamai luka bakar yang cukup serius di bagian wajah dan leher, setelah disiram air keras oleh dua orang pengendara sepeda motor yang berboncrengan melintas di depan rumah, Sabtu (13/9) malam. Dia pun hingga saat ini terus menjalani perawatan di Rumah Sakit Budi Rahayu Kota Pekalongan akibat luka yang dideritanya.
Ayah korban, Dasmari (46) mengaku tidak tahu bagaimana akibat dari siraman air keras itu ke mata maupun wajah Desi. " Keadaannya sekarang sudah mendingan, sudah bisa makan meski sedikit-sedikit dan harus saya suapi " ungkapnya.

Namun ia menjelaskan kalau dampak siraman cairan kimia itu begitu fatal. Dia memperlihatkan baju yang dipakai Desi saat kejadian. Baju itu sampai berlubang di beberapa bagian karena terkena cairan tersebut. Tak hanya itu. Kulit lengan Dasmari dan istrinya yang tidak terkena semprotan air keras dari pelaku secara langsung pun ikut melepuh. "Padahal kami cuma kena tetesan dari air keras yang mengenai anak kami, sewaktu kami membawa Desi ke kamar mandi," imbuhnya.

Dasmari berharap, si pelaku yang sudah tega menyiram air keras ke wajah Desi agar bisa segera ditangkap. Selanjutnya pelaku supaya dihukum seberat-beratnya. "Saya yakin kalau perbuatan tersebut sudah direncanakan sebelumnya," ujarnya.

Siraman air keras oleh pelaku, yang menurut dugaan pihak keluarga adalah mantan pacar korban, ternyata tak hanya mengenai Desi. Adik bungsu dari Desi, bernama Azhari Pratama (12), juga terkena cipratan air keras itu. Bocah yang masih duduk di bangku kelas 6 SD tersebut menderita luka lepuh di paha kanan bagian belakang dan kini menjalani rawat jalan.

Dasmari (46), menuturkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.50. Saat itu korban dan dirinya sedang duduk santai di depan rumah. Tiba-tiba ada dua orang pemuda yang berboncengan mengendarai sebuah sepeda motor jenis matic melintas di depannya.

Kedua pelaku menggunakan helm, bagian mulutnya ditutupi penutup berupa kain. Saat melintasi depan rumah, pria yang membonceng menyemprotkan cairan menggunakan semacam botol cuka ke wajah korban. “Kalau dari wajahnya saya tidak lihat betul tapi dari cirri fisik saya yakin dia adalah mantan pacar anak saya,” kata Dasmari. (*) tribunjateng

9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

0 Response to "Polisi Masih Memburu Pelaku Penyiraman Air Keras"

Posting Komentar